Tampilkan postingan dengan label Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Januari 2015

Duta Besar


Ketika seseorang diputuskan untuk jadi Duta Besar di suatu Negara, ia tidak akan sibuk memikirkan keperluankeperluan hidupnya selama berada di Negara itu. la tidak perlu memikirkan bagaimana saya makan, tidur, tempat tinggal dan lain sebaginya. 

Kepenluan seorang Duta Besar yang mewakili sebuah Negara telah dicukupi dan dijamin oleh pemerintahan/Negara yang mengutusnya. Di samping itu seorang Duta Besar sangat besar pengaruh dan kedudukannya, begitu dihormati dan disegani. Orang-orang dan Negara lain tidak akan berani mengganggunya karena di belakang seorang Duta Besar ada jutaan rakyat yang diwakilinya dan tentu akan membelanya jika kehormatannya diganggu atau jabatannya dilecehkan. Suara Seorang Duta Besar adalah suara bangsa yang diwakilinya, pendapatnya adalah pendapat rakyat yang diwakilinya. Kebijaksanaannya pun adalah kebijaksanaan negaranya.

Dai pun demikian adanya. Allah Swt. telah melantik ummat akhir zaman mi sebagai umat dawah yang mempunyai tugas meneruskan kerja dawah nabinya ke seluruh alam. Maka tidak perlu mengkhawatirkan mengenai masalah-masalah keperluan. Semuanya telah dijamin oleh Allah Swt. sebagaimana seorang Duta Besar tidak disibukkan dengan urusan keperluan hidupnya tapi ia berkonsentrasi pada tugas dan pekerjaannya sebagai wakil suatu Negara. Apabila seorang dai berkonsentrasi pada usaha menarik hidayah ke seluruh alam maka Allah Swt. akan menjamin penyelesaian masalah-masalah dunianya (keperluan hidupnya). Bagi seorang dai berlaku rumus: “Kekuatan yang dihantar bersama kekuatan yang menghantar.”

Kamis, 25 Desember 2014

Raja dan Hutan Kematian


Raja dan Hutan Kematian



Ada cara yang unik dalam pelaksanaan suksesi (pergantian kepemimpinan) raja di sebuah kerajaan. Raja yang digantikan akan menyerahkan jabatannya untuk periode 5 tahun. Setelah 5 tahun maka raja yang baru itu akan dilemparkan ke dalam hutan kematian yang banyak harimau dan binatang buas lainnya. Aturan mi membuat peserta atau calon raja yang mendaftar hanyalah 3 orang.
Tampillah pemuda yang pertama menjadi raja. Waktu 5 tahun telah ia manfaatkan untuk bersenang-senang dan menikmati fasilitas sebagi raja. Isteri-isterinya dipilih yang cantik-cantik, makanan mewah dan lezat-lezat dan intan permata pun bertaburan di mana-mana. Tanpaterasa waktu 5 tahun telah habis bagi sang raja. Utusan Raja yang pertama berserta algojonya datang menemui Raja. Tanpa bisa berbuat apa-apa raja itu kemudian dibawa ke hutan kematian dan dilemparkan ke dalamnya, akhirnya mati menjadi santapan harimau-harimau.

Kemudian tampillah pemuda yang kedua sebagai raja. Ia pun seperti raja sebelumnya, menggunakan masa waktu 5 tahun untuk berfoya-foya dan bahkan dipakai untuk menindas dan memeras rakyat. Raja yang mi jauh lebih zhaurn dan boros dalam menghabiskan harta kerajaan. Dan waktu 5 tahun pun telah tiba. Ketika datang utusan raja yang pertama beserta algojonya, ia menolak untuk dilemparkan ke dalam hutan kematian. Ia menyogok utusan raja dengan setengah harta kerajaan yang dimilikinya. Tetapi utusan itu tidak bergeming dengan tawaran raja, raja. itu pun diseret tubuhnya dan dilemparkan ke dalam hutan kematian. Akhir hidupnya menjadi santapan harimau lapar hutan kematian.

Kemudian tampillah pemuda ketiga menjadi raja. Raja yang mi memiliki cara pandang yang lain dengan rajaraja sebelumnya. Pada tahun pertama masa jabatannya Sebagai raja, ia perintahkan para penebang kayu dan pawang-pawang binatang untuk membabat hutan kematian dan mengusir binatang-binatang buas yang ada di dalamnya. Tahun kedua dan ketiga raja mengirim ahli bangunan, tukang-tukang kayu dan arsitektur-arsitektur ulung untuk mendesain dan membangun Istana yang lebih megah dan indah dan istana yang sedang ditempatinya. Tahun keempat raja itu memerintahkan pemindahan harta benda dan kerajaan yang ia tinggali ke kerajaannya yang baru di bekas Hutan Kematian. Dan tahun kelima ia memindahkan permaisuri, pelayan dan seluruh pembantu-pembantunya ke Istana barunya itu. Maka ketika masa 5 tahun telah dilewatinya, datanglah utusan raja pertama dengan algojonya. Maka melihat kedatangan mereka si Raja terlihat sangat senang dan buru-buru mengatakan bahwa algojo itu tidak perlu menyeretnya karena Ia sendiri yang akan pergi ke hutan kematian yang sekarang telah berubah menjadi Kerajaan Hidayah Seluruh Alam.

Belajarlah dan tamsil di atas. Hutan kematian adalah alam kubur. Kerajaan Hidayah Seluruh Alam adalah amalamal shalih sewaktu di dunia. Algojo-algojo raja adalah malaikat maut dan pemuda ketiga tadi (raja yang keempat) adalah dai akhir zaman.

Adab Kepada Allah SWT


ALLAH SWT adalah Dzat yang selalu menyertai kita dimanapun kita berada, dirumah, dalam perjalanan, ketika terjaga & juga tidur, ketika hidup maupun setelah meninggal; DIA (ALLAH) selalu mengawasi gerak gerik kita, mendengarkan bisikan & permohonan kita.

Untuk lebih mengenal ALLAH SWT, sehingga tidak ada yg kita cintai selain ALLAH, tidak ada yg kita takuti selain ALLAH, tidak yg kita mintai kecuali ALLAH & tidak ada yang kita maksud (tujuan) kecuali ALLAH maka perlunya kita mengetahu adab-adab kita kepada ALLAH kemudian mengamalkan & menjaganya setiap hari & setiap saat diantaranya :

  1. Menundukan wajah / muka & menjaga pandangan
  2. Meluruskan tujuan & bersandar hanya kepada ALLAH dalam setiap amalan
  3. Bersikap tenang & banyak diam dari perkataan yang sia-sia
  4. Cepat-cepat didalam melaksanakan perintah & menjauhi larangan agama
  5. Tidak menentang dalam perkara yang telah diputuskan ALLAH (Qodar) walaupun kita tidak menyukainya
  6. Berusaha selalu mengingat ALLAH & memikirkan keagungannya
  7. Berusaha membela yang haq & menentang yang batil
  8. Memutuskan rasa thoma' (pengharapan) kepada mahkluk
  9. Tawadhu' (rendah hati) semata-mata karena takut kepada ALLAH
  10. Tidak condong & terlau percaya kepada usaha-usaha keduniaan semata-mata hanya karena yakin & percayan kepada jaminan ALLAH dalam masalah rezekinya
  11. Selalu menghadirkan perasaan takut karena belum bisa menunaikan hak- hak ALLAH secara sempurna

Dalam beramal, adab-adab atau tertib beramal tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan, karena amalan yang baik kalau tidak dikerjakan dengan adab / tertib yang betul, maka amalan tersebut akan rusak & tidak ada faedahnya.
Karenanya catatan diatas mengajak kepada kita semua untuk menjaga adab / tertib dalam beramal sehingga apa yang telah ALLAH berikan kepada orang-orang terdahulu akan ALLAH berikan juga kepada kita semua.

Disalin dari kitab risalah ilmu & tertib pleh : TIM Bahsul Masail pon-pes AL - FATAH ,Temboro - Magetan.